Arsip

Posts Tagged ‘daily life’

Kid’s Shows on TV

Oktober 30, 2009 nabil 3 komentar

Batman Ketika makan malam hari ini, sejenak kulihat tv yang ada di warung makan dekat kantor, acara saat itu menayangkan sebuah serial anak-anak yang kira kira judulnya si mamat dari pasar jangkrik ato apalah di TPI. Tentang seorang anak yang punya kekuatan khusus dan serba serbi kehidupan masyarakat di pasar daerah. Beberapa kali melihat serial anak anak di TPI termasuk yang ini, gak tau kenapa yang punya warung suka nonton TPI ya, rasanya kok agak miris ya. Acara acara ini entah kenapa menurutku tidak mendidik sama sekali. Memang sih ada unsur agamanya di situ, tokoh utamanya bismillah dulu kalo mau mengeluarkan kekuatannya, tapi ya itu tadi, kekuatannya itu loh, dan cara dia make kekuatannya itu, gak ada bagus bagusnya. Jangan jangan nanti anak anak berpikir kalo setelah baca bismillah bisa punya kekuatan kayak di tv, bisa mukul jarak jauh, bisa membuka pintu yang terkunci tanpa alat apapun, bisa menghentikan orang seketika, dan lain lain. Dan kalo kemudian ternyata setelah baca bismillah, gak terjadi hal hal ajaib seperti itu, jangan jangan anak anak Indonesia jadi meremehkan bacaan tersebut, menganggapnya mantra tipu tipu, dan mungkin jadi meremehkan agama, ow my god, no!

Read more…

Categories: Uncategorized Tag:, ,

[HABIT] Tidak Tidur Setelah Shalat Subuh

Oktober 18, 2009 nabil Tinggalkan komentar

rbon974l Ya, tiap habis subuh seringnya aku tidur lagi. Kondisi kerja saat ini sangat memungkinkan hal ini. Tempat kerja deket, masuknya ga pagi pagi amat. Walhasil sering kupake tidur lagi. Tapi ini juga tidak terlepas dari jam tidur yang malam pula. Tidur malam malam pun karena kerjaan, hu hu.

Kebiasaan tidur setelah subuh ini sudah berlangsung sejak kuliah. Tidur malem banget, bangun subuh, shalat terus tidur lagi. Padahal dulu pas SMA ga pernah kayak gini. Ditambah kondisi saat ini yang berada di daerah dingin, pengennya masuk selimut terus.

Well, tidur setelah shalat subuh ini sangat tidak dianjurkan bahkan dibenci. Karena waktu setelah shalat subuh adalah waktu yang sangat baik, banyak keberkahan diturunkan saat itu. Karena itu, untuk habit pertama ini yang dipilih, sebagai tindak lanjut keinginan memperbaiki habit, adalah kebiasaan tidak tidur setelah shalat subuh.

Dengan tetap bangun sehabis subuh, ada jeda waktu luang yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai hal. Berangkat kerja juga gak buru buru dan agak tenang gak merasa kesiangan, he he.

Sebenarnya kebiasaan ini udah berjalan selama seminggu ini, untuk sementara mati matian gak tidur habis subuh mengerjakan apa aja, kadang cuci baju ato bersihin kamar. Ato malah internetan, apa aja yang penting gak tidur. Memang sih nanti di kantor jadi ngantuk pas siang siang. Tapi biasanya ini efek di awal aja, kalau sudah biasa gak lagi.

Semoga bisa istiqomah menjadi kebiasaan yang baik. Amin

Categories: Uncategorized Tag:,

Creature Of Habit

Oktober 18, 2009 nabil Tinggalkan komentar

Habit Habit atau kebiasaan menurut Stephen Covey, yang menulis buku 7th Habit of Highly Effective People, adalah penyusun karakter seseorang. Sifat dan karakter seseorang diekspresikan melalui kebiasaan yang dilakukannya setiap saat.

Manusia adalah makhluk kebiasaan. Kebiasaan seseorang menentukan apa dan bagaimana dia. Kebiasaan yang baik dapat menjadikan karakter yang baik. Jika kita ingin merubah sifat dan karakter kita menjadi lebih baik, maka dapat dimulai dengan melakukan kebiasaan kebiasaaan yang baik pula.

Meskipun demikian, dibutuhkan kedisiplinan untuk menjadikan suatu kegiatan sebagai sebuah kebiasaan. Bayangkan saja jika kita istikomah melakukan satu kebiasaan baik baru setiap harinya, 1% saja lebih baik dari kemarin, maka dalam seminggu kita akan menjadi 7% lebih baik, dalam waktu sebulan 30% dan dalam setahun ? mungkin kita akan menjadi orang yang baru, he he. Di luar sana, ada orang orang yang tergabung ke dalam sebuah klub atau kelompok yang mendedikasikan dirinya menjadi lebih baik 1% saja setiap harinya. Well, meskipun kedengarannya luar biasa mudah, satu persen saja loh tiap hari, namun menurutku tidak semudah itu. Yang susah adalah konsistensi menjaga kebaikan yang terus menaik setiap hari. Tapi bukan berarti kita harus menyerah, karena bagaimanapun orang yang beruntung adalah yang hari ini lebih baik dari kemarin. Bukan begitu?

Untuk menjadikan diri lebih baik, dan merasa belum mampu istiqomah untuk 1% lebih baik setiap harinya, maka standarnya kuturunkan dengan mencanangkan sebuah program ‘30 hari’ untuk sebuah habit baru.  Dengan menjadikan sebuah habit untuk terus menerus dilaksanakan dalam kurun waktu 30 hari sehingga bisa mengendap dalam diri. Bukan berarti dalam waktu tersebut tidak ada usaha untuk meningkatkan diri, tapi dengan ‘netepi’ atau menetapkan satu habit saja yang paling penting untuk dimiliki, maka beban akan terasa lebih mudah dan lebih bisa dilaksanakan. Bukankan lebih baik memulai dengan sesuatu yang kecil terlebih dahulu. Jika tidak bisa istiqomah terus meningkat setiap hari, mungkin dengan menambah per 30 hari masih bisa ditolerir.

Yang kita inginkan adalah sebuah kebiasaan yang bisa menetap dalam diri dan membentuk karakter yang kita inginkan. Oleh karenanya waktu 30 hari dirasa pas untuk meresapkan kebiasaan baru ke dalam diri.

Mungkin yang perlu dipertimbangkan lagi adalah kebiasaan baru apa yang akan kita jadikan sebagai bagian dari kita. Ingat teori 80/20 dimana 20 % yang dilakukan dapat menyelesaikan masalah hampir 80%. Pilihlah habit atau kebiasaan yang mana jika kita lakukan, dampaknya paling besar daripada habit yang lain. Jika dirasa terlalu besar atau sulit, maka pecahkan lagi menjadi kebiasaan kecil kecil yang lebih mudah dilaksanakan tanpa terlalu terbebani. Yang penting, ada niat dari kita untuk berubah, iya kan ?