Creature Of Habit
Habit atau kebiasaan menurut Stephen Covey, yang menulis buku 7th Habit of Highly Effective People, adalah penyusun karakter seseorang. Sifat dan karakter seseorang diekspresikan melalui kebiasaan yang dilakukannya setiap saat.
Manusia adalah makhluk kebiasaan. Kebiasaan seseorang menentukan apa dan bagaimana dia. Kebiasaan yang baik dapat menjadikan karakter yang baik. Jika kita ingin merubah sifat dan karakter kita menjadi lebih baik, maka dapat dimulai dengan melakukan kebiasaan kebiasaaan yang baik pula.
Meskipun demikian, dibutuhkan kedisiplinan untuk menjadikan suatu kegiatan sebagai sebuah kebiasaan. Bayangkan saja jika kita istikomah melakukan satu kebiasaan baik baru setiap harinya, 1% saja lebih baik dari kemarin, maka dalam seminggu kita akan menjadi 7% lebih baik, dalam waktu sebulan 30% dan dalam setahun ? mungkin kita akan menjadi orang yang baru, he he. Di luar sana, ada orang orang yang tergabung ke dalam sebuah klub atau kelompok yang mendedikasikan dirinya menjadi lebih baik 1% saja setiap harinya. Well, meskipun kedengarannya luar biasa mudah, satu persen saja loh tiap hari, namun menurutku tidak semudah itu. Yang susah adalah konsistensi menjaga kebaikan yang terus menaik setiap hari. Tapi bukan berarti kita harus menyerah, karena bagaimanapun orang yang beruntung adalah yang hari ini lebih baik dari kemarin. Bukan begitu?
Untuk menjadikan diri lebih baik, dan merasa belum mampu istiqomah untuk 1% lebih baik setiap harinya, maka standarnya kuturunkan dengan mencanangkan sebuah program ‘30 hari’ untuk sebuah habit baru. Dengan menjadikan sebuah habit untuk terus menerus dilaksanakan dalam kurun waktu 30 hari sehingga bisa mengendap dalam diri. Bukan berarti dalam waktu tersebut tidak ada usaha untuk meningkatkan diri, tapi dengan ‘netepi’ atau menetapkan satu habit saja yang paling penting untuk dimiliki, maka beban akan terasa lebih mudah dan lebih bisa dilaksanakan. Bukankan lebih baik memulai dengan sesuatu yang kecil terlebih dahulu. Jika tidak bisa istiqomah terus meningkat setiap hari, mungkin dengan menambah per 30 hari masih bisa ditolerir.
Yang kita inginkan adalah sebuah kebiasaan yang bisa menetap dalam diri dan membentuk karakter yang kita inginkan. Oleh karenanya waktu 30 hari dirasa pas untuk meresapkan kebiasaan baru ke dalam diri.
Mungkin yang perlu dipertimbangkan lagi adalah kebiasaan baru apa yang akan kita jadikan sebagai bagian dari kita. Ingat teori 80/20 dimana 20 % yang dilakukan dapat menyelesaikan masalah hampir 80%. Pilihlah habit atau kebiasaan yang mana jika kita lakukan, dampaknya paling besar daripada habit yang lain. Jika dirasa terlalu besar atau sulit, maka pecahkan lagi menjadi kebiasaan kecil kecil yang lebih mudah dilaksanakan tanpa terlalu terbebani. Yang penting, ada niat dari kita untuk berubah, iya kan ?
Masjid Al Hidayah Bedugul
Sejak migrasi ke Bali, terus terang urusan ibadah terutama shalat
gak bisa seenak dulu lagi. Pas masih kuliah di Surabaya, depan kos udah
Masjid. Di dalem kampus juga ada masjid gede, di jurusan juga
mushollanya udah bagus. Tapi di bali, boro boro….
Memang sih untuk keperluan shalat sehari hari disediakan musholla kecil
di dalam kantor, tapi untuk jumatan kan kudu di Masjid. Beruntunglah
kantor nyediain angkutan khusus buat mereka yang mau jumatan dan gak
punya kendaraan macam saya ini untuk nganterin ke Masjid yang cukup
dekat dan nikmat, he he. Kenapa kubilang gitu, karena sebenernya ada
yang lebih deket tapi yang ini tergolong Masjid Agung, cukup luas dan
enak. Ya Masjid Al Hidayah ini.

Kau Berarti
Kau Berarti
- Ketika kau mencintai pekerjaanmu dan orang orang yang bekerja bersamamu, kau berarti
- Ketika kau sangat ramah dan murah hati dan perhatian hingga kau memikirkan orang lain sebelum dirimu, kau berarti
- Ketika kau meninggalkan dunia dalam keadaan lebih baik daripada ketika kau menemukannya, kau berarti
- Ketika kau terus menerus meningkatkan batasan standar dari apa yang kau lakukan dan bagaimana kau melakukannya, kau berarti
- Ketika kau mengajari dan memaafkan dan mengajari lebih sebelum kau keburu menghakimi dan meremehkan, kau berarti
- Ketika kau menyentuh orang orang dalam hidupmu melalui tindakan (dan kata katamu), kau berarti
- Ketika anak anak ingin tumbuh besar menjadi sepertimu, kau berarti
- Ketika kau melihat dunia apa adanya, tetapi menginginkan untuk menjadikannya lebih daripada itu, kau berarti
- Ketika kau menginspirasi seorang pemenang Nobel atau penghuni perkampungan kumuh, kau berarti
- Ketika ruangan menjadi lebih cerah ketika kau masuk, kau berarti
- Ketika peninggalanmu bertahan berjam-jam, berhari-hari atau selamanya, kau berarti
diterjemahkan langsung dan ngawur dari karya seth godin
