Kid’s Shows on TV
Ketika makan malam hari ini, sejenak kulihat tv yang ada di warung makan dekat kantor, acara saat itu menayangkan sebuah serial anak-anak yang kira kira judulnya si mamat dari pasar jangkrik ato apalah di TPI. Tentang seorang anak yang punya kekuatan khusus dan serba serbi kehidupan masyarakat di pasar daerah. Beberapa kali melihat serial anak anak di TPI termasuk yang ini, gak tau kenapa yang punya warung suka nonton TPI ya, rasanya kok agak miris ya. Acara acara ini entah kenapa menurutku tidak mendidik sama sekali. Memang sih ada unsur agamanya di situ, tokoh utamanya bismillah dulu kalo mau mengeluarkan kekuatannya, tapi ya itu tadi, kekuatannya itu loh, dan cara dia make kekuatannya itu, gak ada bagus bagusnya. Jangan jangan nanti anak anak berpikir kalo setelah baca bismillah bisa punya kekuatan kayak di tv, bisa mukul jarak jauh, bisa membuka pintu yang terkunci tanpa alat apapun, bisa menghentikan orang seketika, dan lain lain. Dan kalo kemudian ternyata setelah baca bismillah, gak terjadi hal hal ajaib seperti itu, jangan jangan anak anak Indonesia jadi meremehkan bacaan tersebut, menganggapnya mantra tipu tipu, dan mungkin jadi meremehkan agama, ow my god, no!
Memang sih serial si Mamat ini cukup punya potensi jadi bagus, sayang banyak hal yang jadi jelek, dan keseluruhan aku gak terlalu suka. Acara tersebut cukup lucu dengan tingkah tingkah konyol tokoh tokohnya, tapi ya gak usah pake ngotot gitu dong, pake acara memaki maki. Terus dikit dikit maen pukul, ini kalo ditiru anak anak gimana.
Sering terbayang dalam pikiran, sebuah mimpi suatu saat bisa membuat sebuah film anak anak yang mampu memotivasi mereka, memberikan mereka sesuatu yang pantas ditiru. Tapi tetep fun dan entertain. Salah satu yang terpikir, misalnya nih cerita tentang anak yang cerdas dalam memanfaatkan segala sesuatu untuk mengatasi masalah. Model McGyver cilik gitu, lha di dalamnya bisa dimasukkan unsur pendidikan, misalnya Ilmu Alam, biologi, kimia, fisika yang sederhana dan bisa diterapkan di kehidupan sehari hari. Di tengah-tengahnya ada penjelasan dikit tentang apa yang dilakukan sang tokoh utama kok bisa jadi begitu. Nanti di sana ada tokoh yang freak internet namun bisa menjadi tempat jujukan sang tokoh utama bertanya. Masalah yang ada tidak perlu susah susah, namun tetap bisa diatasi tanpa perlu dengan kekerasan atau kemampuan ajaib yang gak jelas. Ditambah lagi tokoh utamanya pinter ngaji dan olahraga, perfect banget deh, he he.
Ide lain tentang cerita perjalanan seorang anak mengejar cita citanya menjadi pemain bola, mulai dari latihan, menghadapi pertandingan, belajar bersahabat dan menghargai kawan serta lawan. Dan mungkin di akhir seri dia berhasil menjuarai sesuatu. Di dalamnya bisa dimasukkan pelajaran teknis tentang latihan sepak bola yang benar benar bisa diterapkan. Atau strategi permainan sepak bola yang menarik. Tapi gak pake jurus aneh aneh dan hal hal mustahil lainnya. Yang realistis ajah. Banyak hal positif bisa diberikan di sana, motivasi, manajemen waktu, dan lain lain. Bahkan mungkin dibuat seri lanjutannya ketika dia remaja dan mulai banyak hal yang menjadi prioritas, dibuat ada pertarungan batin antara mengejar cita cita atau fokus pada hal lain yang muncul pada kehidupan remaja. Teknik latihan, lawan menjadi lebih advance daripada seri yang masih anak-anak. Atau bahkan lebih jauh lagi, dibuat lanjutannya ketika dewasa dan bercita cita menjadi pemain Tim Nasional, wuih, tema tema nasionalisme, pantang menyerah dan lain lain bisa masuk di situ. He he, Tsubasa banget, tapi hei, belum ada yang bikin dorama ato live actionnya kan ? :p
Ya semoga suatu saat, acara acara yang bagus benar benar muncul dan menjadi idola di tanah air. Amin.
Well, seluruh acara TV di indonesia 90 persen tidak mendidik. 10 persen jelas ttg news. Mulai dari sinetron, cerita legenda, sampai acara film religi semuanya tidak mendidik. penuh intrik berebut pacar atau istri dan suami orang, atau berebut harta warisan. film kartun juga tidak sebanyak dulu. menurutku spongebob juga tidak seberapa mendidik. thats why i always ask my student not to watch TV at all…. miris ngeliatnya.
yang bagus sih untuk acara anak anak cuma satu, si ipin itu *lupa judulnya* mirisnya lagi itu produksi negara tetangga… apa karya anak indonesia gada yang bagus ya?
apalagi kalo soal lagu lagu. tanyakan saja anak yang masih berumur 3 atau 4 tahun, yang diapal lagunya wali, kangen band, atau ST12. mana mereka tau lagu anak anak seumuran mereka, apalagi lagu islami….
siaran indonesia fully uneducated…!!! huks!!! sedih….
Iya, udah males banget nonton TV.
wah kalo ngomongin yang ini ga ada habisnya suk, orang-orang entertainment sekarang mikirnya hanya gimana cara bikin untung doang … disini ga ada yang berani membiayai untuk pembuatan pilem seperti anak2 macam upin ipin, padahal kalau masalah resource kayaknya ga kurang, cmn ya itu .. butuh kesadaran dari semua pihak ..
sepakat val