Melihat kembali kehidupan sejak posting terakhir yang sudah sangat lama sekali, rasanya tidak ada kata yang bisa terucap selain syukur alhamdulillah ribuan kali…
Sungguh tidak terasa jalannya sang waktu terhadap diri ini. Sungguh banyak hal yang telah terjadi tidak dapat disebutkan satu persatu. Banyak keputusan besar diambil dan banyak anugerah dikaruniakan oleh Allah SWT terhadap diri ini.
Sebuah perjalanan besar menemui salah satu titik penting terbesarnya. Dalam kehidupan manusia, berjodoh adalah sesuatu yang sudah ditakdirkan dan dituliskan di lauhul mahfudz bahkan sejak sebelum dilahirkan ke dunia. Sungguh bersyukur rasanya, ketika diri ini sudah dipertemukan jodoh dan diwujudkan dalam sebuah pernikahan.
Pada 6 April 2012, ikatan pernikahan yang suci terjalin dengan istriku tercinta Nurul Qisthi. Benar benar sebuah turning point dalam hidup, dimana kehidupan sebelum menikah dengan setelah menikah sungguh sangat besar bedanya.
Demi pernikahan ini juga, keputusan besar untuk berpindah dari pulau Bali yang telah ditempati kurang lebih 3 tahun lamanya diambil untuk menuju kembali ke Surabaya, membangun keluarga kecil yang Sakinah, Mawaddah, Warrahmah, amiin.
Pernikahan ini, mungkin bisa jadi adalah akhir dari pencarian dan perjuangan ketika single, namun juga adalah titik awal perjuangan selanjutnya yang justru lebih berat dari sebelumnya.
Selanjutnya, banyak banyak syukur yang bisa terucap dari diri ini. Semoga semua doa yang mengiringi kami dalam pernikahan ini dikabulkan oleh Allah SWT.
Barakallahu laka ( Semoga Allah karuniakan barakah kepadamu)
wa Baarakallahu ‘alaika ( dan semoga Ia limpahkan barakah atasmu)
wa jama’a bainakuma fii khair ( dan semoga Ia himpun kalian berdua dalam kebaikan)
Aamiin…
n.b. : Terima Kasih tak terhingga kepada Ayah Ibu, Mertua, Adek, Mbak, Mas, Pakdhe, Paklek, Mbah, ponakan, seluruh keluarga dan teman teman tercinta serta semua pihak yang telah ikut mewujudkan pernikahan kami berdua. Sungguh terharu ketika mengingat semua ini. *hiks*

