Kid’s Shows on TV
Ketika makan malam hari ini, sejenak kulihat tv yang ada di warung makan dekat kantor, acara saat itu menayangkan sebuah serial anak-anak yang kira kira judulnya si mamat dari pasar jangkrik ato apalah di TPI. Tentang seorang anak yang punya kekuatan khusus dan serba serbi kehidupan masyarakat di pasar daerah. Beberapa kali melihat serial anak anak di TPI termasuk yang ini, gak tau kenapa yang punya warung suka nonton TPI ya, rasanya kok agak miris ya. Acara acara ini entah kenapa menurutku tidak mendidik sama sekali. Memang sih ada unsur agamanya di situ, tokoh utamanya bismillah dulu kalo mau mengeluarkan kekuatannya, tapi ya itu tadi, kekuatannya itu loh, dan cara dia make kekuatannya itu, gak ada bagus bagusnya. Jangan jangan nanti anak anak berpikir kalo setelah baca bismillah bisa punya kekuatan kayak di tv, bisa mukul jarak jauh, bisa membuka pintu yang terkunci tanpa alat apapun, bisa menghentikan orang seketika, dan lain lain. Dan kalo kemudian ternyata setelah baca bismillah, gak terjadi hal hal ajaib seperti itu, jangan jangan anak anak Indonesia jadi meremehkan bacaan tersebut, menganggapnya mantra tipu tipu, dan mungkin jadi meremehkan agama, ow my god, no!
Java IDE: Eclipse
Dalam melakukan aktivitas programming sehari-hari, seorang java developer tentunya membutuhkan IDE, apalagi jika kompleksitas program sudah tergolong tinggi.
Ketika awal awal kuliah dulu, diperkenalkan dengan yang namanya JCreator sebagai IDE yang sederhana, tapi lama-lama menyadari juga bahwa perlu sesuatu yang lebih powerful.
Di dunia programming ada dua IDE java yang populer dan free yaitu NetBeans dan Eclipse. Untuk kerja sekarang sih pakenya IntellijIdea. Mungking di antara ketiganya, Idea yang paling bagus, namun masih berbayar.
Karena sifat iseng lagi kumat, mau nyoba nyoba lagi IDE yang lama tidak disentuh, eclipse dan netBeans. Dari dua ini, aku lebih familiar dengan eclipse. Dan juga netBeans mau keluar lagi yang baru, jadi eclipse akan kudulukan untuk diutak-atik, sambil nunggu rilis net beans. he he.
[HABIT] Tidak Tidur Setelah Shalat Subuh
Ya, tiap habis subuh seringnya aku tidur lagi. Kondisi kerja saat ini sangat memungkinkan hal ini. Tempat kerja deket, masuknya ga pagi pagi amat. Walhasil sering kupake tidur lagi. Tapi ini juga tidak terlepas dari jam tidur yang malam pula. Tidur malam malam pun karena kerjaan, hu hu.
Kebiasaan tidur setelah subuh ini sudah berlangsung sejak kuliah. Tidur malem banget, bangun subuh, shalat terus tidur lagi. Padahal dulu pas SMA ga pernah kayak gini. Ditambah kondisi saat ini yang berada di daerah dingin, pengennya masuk selimut terus.
Well, tidur setelah shalat subuh ini sangat tidak dianjurkan bahkan dibenci. Karena waktu setelah shalat subuh adalah waktu yang sangat baik, banyak keberkahan diturunkan saat itu. Karena itu, untuk habit pertama ini yang dipilih, sebagai tindak lanjut keinginan memperbaiki habit, adalah kebiasaan tidak tidur setelah shalat subuh.
Dengan tetap bangun sehabis subuh, ada jeda waktu luang yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai hal. Berangkat kerja juga gak buru buru dan agak tenang gak merasa kesiangan, he he.
Sebenarnya kebiasaan ini udah berjalan selama seminggu ini, untuk sementara mati matian gak tidur habis subuh mengerjakan apa aja, kadang cuci baju ato bersihin kamar. Ato malah internetan, apa aja yang penting gak tidur. Memang sih nanti di kantor jadi ngantuk pas siang siang. Tapi biasanya ini efek di awal aja, kalau sudah biasa gak lagi.
Semoga bisa istiqomah menjadi kebiasaan yang baik. Amin