Tahun Baru 2010, Bakar bakar dan Rafting
Melewati tahun baru 2010 kemaren, ada beberapa momen yang sayang untuk tidak didokumentasikan. Momen yang pertama adalah acara tahun baruan di mess kantor bersama teman teman kantor yang mengadakan acara bakar bakar bersama. Bakar bakar jagung dan ikan, maem bersama dan melewatkan malam bersama.
Assalamualaikum Bidadariku
Assalamualaikum bidadariku tercinta
Di ujung tahajjud malam ini,
ku berdoa untuk semua kerinduan padamu
dirimu yang sedikit demi sedikit menumbuhkanku menjadi orang yang lebih baik.
Meskipun kebaikanku tak ada secuil dari rahmat ilahi.
Hidup yang tak selalu indah ini, sedikit demi sedikit kau buat diriku berani menjalaninya.
Kuingin kau belai segala firasat dan ambisiku
Saat tertinggal jauh di belakang
ku akan tetap mengejar, walau harus menyeret kaki, kuingin tetap melakoni
Bidadariku, aku ingin bersama denganmu selama-lamanya;
bukan hanya ketika bersua di dunia, melainkan terutama kelak di surga.
Meski ku tak tahu apakah bekalku memadai.
Bangunkan aku di kala subuh jikalau aku tertidur,
dekapan suara lembutmu hangatkan jiwa yang beku
Songsong esok yang cerah, demi pengajaran pada anak anak dunia
Bali, 15 Desember 2009 Dini Hari
Kisah Orang Yang Kikir
Suatu hari, Nasruddin pergi bertamasya bersama beberapa temannya. Salah seorang temannya itu adalah seorang yang sangat bakhil alias pelit bin medhit.
Ketika tiba di sebuah sungai yang arusnya sangat deras dan tanpa jembatan, merekapun harus menyeberanginya. Saat si bakhil menyeberang, dia tergelincir dan jatuh ke sungai, terbawa arus karena dia tidak bisa berenang.
Teman-temannya berusaha menolong “Berikan tanganmu! Aku akan menolongmu”. Tetapi, si bakhil tak mau memberikan tangannya. Dia pun timbul tenggelam terbawa arus sungai. Teman-temannya terus berusaha menolongnya, “Ayo sini, berikan tanganmu! Cepatlah!”.
Si bakhil tetap tidak mau mengulurkan tangannya kepada temannya yang mau menolongnya. Nasrudin merasa ada yang salah pada kalimat temannya yang akan menolong si bakhil itu. Maka dia pun turun tangan. “Ini tanganku, ambillah! Kau akan kuselamatkan”.
Tanpa buang waktu lagi, si bakhil langsung mengambil tangan Nasrudin yang dengan cepat mengangkatnya ke tepi sungai.
Salah satu anekdot yang kusuka
Diambil dari buku “Kaya Tapi Miskin”
Recent Comments